• Tentang UGM
  • Portal Akademika
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA
PUSAT INOVASI AGROTEKNOLOGI
  • TENTANG PIAT
    • Profil Pusat Inovasi Agroteknologi
    • Visi, Misi, dan Budaya Pusat Inovasi Agroteknologi
    • STRUKTUR
  • LAYANAN
    • MAGANG/PKL
    • PRAKTIKUM
    • PENELITIAN
    • KUNJUNGAN
    • PELATIHAN
  • FASILITAS
    • ASRAMA RUSUN
    • EDUGARDEN
    • EMBUNG
    • MEETING ROOM
    • CAFE PAWON SEMAR
  • BIDANG UNGGULAN
    • Seed & Rice Production
    • Waste Management
    • Sustainable Fisheries
    • Smart Livestock
    • Smart Farming
    • Genetic Bank
    • Plantation and Bio Pharmacy
    • Agroprocessing Unit
    • Agroedutainment
    • Nutrifresh
  • PRODUK UNGGULAN
    • Produk Inovasi PIAT UGM
    • Laman Belanja Nutrifresh
    • Produk Ternak Qurban 2026
  • Beranda
  • Artikel
  • PIAT UGM Rangkul Tokoh Masyarakat dalam Tradisi Wiwitan Jelang Penyulingan Minyak Kayu Putih

PIAT UGM Rangkul Tokoh Masyarakat dalam Tradisi Wiwitan Jelang Penyulingan Minyak Kayu Putih

  • Artikel, Berita PIAT UGM, Headline, Rilis Berita
  • 7 Juli 2020, 08.32
  • Oleh: piat
  • 0

Sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam roda perekonomian Indonesia. Perawatan tanaman ketika tahapan budidaya dilakukan dengan semaksimal mungkin dengan harapan memberikan hasil panen yg bernilai jual tinggi. Dalam budaya Jawa, terdapat tradisi Wiwitan, yang masih tetap dilestarikan hingga sekarang. Dahulu, tradisi ini dikenal erat sebagai bentuk persembahan untuk Dewi Sri yang memberi kesuburan sehingga menghasilkan hasil panen yang memuaskan.

[sangar-slider id=4179]

 

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini mengalami modifikasi yang dapat disesuaikan dengan keyakinan tanpa mengubah piranti-piranti (uba rampe) yang digunakan sebagai syarat pelaksanaan. Uba rampe tersebut mengandung makna filosofis tersendiri yang terdiri dari berbagai macam makanan olahan tradisional jawa kuno. Makanan tradisional tersebut seperti nasi megono, ikan asin (gereh), tempe bacem, wajik, sambel gepeng, botok yuyu, dan berbagai macam jenang.

Pada Senin (6/7) berlokasi di kebun dan kantor cabang PIAT UGM di Mangunan, kegiatan Wiwitan kembali dilaksanakan. PIAT mengadakan kegiatan tersebut dalam rangka menyambut prosesi penyulingan minyak kayu putih yang akan berlangsung dalam tiga bulan ke depan. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan oleh PIAT dengan melibatkan berbagai pihak yang diundang. Pihak-pihak tersebut antara lain seperti pihak internal instansi, seperti pekerja lapangan dan koordinator lapangan, serta pihak eksternal dengan kehadiran tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Kegiatan pada siang itu dibuka langsung oleh Kepala PIAT UGM, Dr. Ir. Taryono, M.Sc. Rangkaian acara kemudian disusul dengan doa bersama mengharap kelancaran proses penyulingan yang secara khidmat dipimpin tokoh masyarakat Giriloyo, Imogiri. Simbolisme puncak acara terpantau dengan terpotongnya tumpeng nasi megono yang diserahkan oleh Dr. Ir. Taryono, M.Sc kepada Koordinator Perkebunan dan Biofarmaka, Wawan Sarwanto, S.T.P. dan berakhir dengan kegiatan makan bersama.

Minyak kayu putih hasil sulingan PIAT di tahun ini akan dijual senilai Rp25,000 per kemasan 60 ml. Pemesanan dapat melalui admin PIAT Shop di nomer 08112637717.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Pusat Inovasi Agroteknologi
Universitas Gadjah Mada
Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta 55573, Indonesia
piat@ugm.ac.id
@piat.ugm
+62 (274) 497717
+62 (274) 497717
+62 (274) 6491406  (VOIP)

 

 

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY