Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, Ph.D., ke fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi milik Universitas Gadjah Mada di Pusat Inovasi Agroteknologi UGM pada 13 Februari 2026 menjadi momentum penting dalam penguatan praktik keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Fasilitas yang dikenal sebagai Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) ini menunjukkan bagaimana kampus mampu mengelola sampahnya secara mandiri dan terintegrasi. Peninjauan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga membuka peluang replikasi model pengelolaan sampah di berbagai kampus di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Prof. Brian melihat langsung bagaimana sampah sisa makanan dimanfaatkan sebagai pakan budidaya maggot lalat Black Soldier Fly (BSF). Inovasi ini menjadi solusi nyata dalam mewujudkan konsep zero waste, di mana limbah organik tidak lagi terbuang percuma. Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan, sementara residunya diolah menjadi pupuk kasgot yang kaya nutrisi bagi tanaman. Praktik ini sejalan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production, yang mendorong pengelolaan limbah secara berkelanjutan dan bernilai tambah.
Selain itu, Prof. Brian juga meninjau proses pengomposan dari sampah dedaunan yang dikumpulkan dari kawasan kampus UGM. Kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan di lingkungan kampus. Tidak hanya itu, proses pemilahan dan pencacahan sampah plastik menggunakan mesin turut menjadi perhatian sebagai langkah awal dalam mendukung daur ulang. Upaya ini berkaitan erat dengan SDG 13: Climate Action dan SDG 15: Life on Land, karena mampu mengurangi emisi dari limbah sekaligus menjaga kualitas lingkungan daratan.
Prof. Brian menyampaikan bahwa pengelolaan sampah terintegrasi di PIAT UGM merupakan langkah yang sangat menarik dan inspiratif. Seluruh sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus dikelola secara mandiri, menunjukkan bahwa permasalahan sampah dapat diselesaikan dari sumbernya. Ia berharap inovasi ini terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga dapat menjadi percontohan nasional bagi kampus-kampus lain di Indonesia. Harapan ini sejalan dengan semangat SDG 4: Quality Education dalam menciptakan institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan.

