Yogyakarta, 23 Februari 2026 – Kunjungan WWF Indonesia bersama Satgas Pengelolaan Sampah Universitas Gadjah Mada ke Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) di Pusat Inovasi Agroteknologi UGM pada 23 Februari 2026 menjadi langkah konkret dalam memperkuat kampanye pengurangan sampah plastik di lingkungan kampus. Kegiatan ini tidak hanya bersifat kunjungan edukatif, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk bertukar praktik baik dalam pengelolaan sampah berbasis inovasi dan keberlanjutan. Melalui pendekatan ini, UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi menuju kampus yang lebih ramah lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat langsung pemanfaatan sampah sisa makanan sebagai pakan maggot lalat Black Soldier Fly (BSF). Inovasi ini menjadi solusi efektif dalam mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah, seperti pakan ternak. Pengelolaan ini mencerminkan prinsip zero waste yang selaras dengan tujuan SDG 12: Responsible Consumption and Production, yaitu memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan melalui pengurangan limbah secara signifikan.
Selain itu, rombongan juga meninjau proses pengomposan dari sampah dedaunan yang dikumpulkan dari area kampus UGM. Kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan di lingkungan kampus. Praktik ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas tanah. Hal ini sejalan dengan SDG 15: Life on Land yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem daratan serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Tak kalah penting, peserta juga menyaksikan proses pemilahan dan pencacahan sampah plastik menggunakan mesin, yang menjadi tahapan awal dalam proses daur ulang. Upaya ini memperlihatkan bagaimana teknologi sederhana dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan ini relevan dengan SDG 13: Climate Action, karena pengelolaan sampah yang tepat dapat menekan emisi gas rumah kaca dari limbah, sekaligus mendukung aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
