YOGYAKARTA, 1 April 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat sinergi strategis dengan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Bantuan Pendanaan Operasional Penunjang Bank Sumber Daya Genetika Sayuran. Acara yang berlangsung di Ruang Tamu Rektor, Gedung Pusat UGM ini menjadi babak baru dalam kolaborasi pelestarian plasma nutfah yang telah terjalin sejak tahun 2017.
Hadir dalam seremoni tersebut Presiden Direktur EWINDO, Dr. Ir. Glenn Pardede, M.M., M.B.A., beserta jajaran pimpinan perusahaan. Sementara dari pihak UGM, dokumen kerja sama ditandatangani di hadapan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc.
Sejak diresmikan, kolaborasi ini telah berkontribusi dalam pelestarian plasma nutfah sayuran lokal, penguatan riset varietas unggul, serta pengembangan ekosistem inovasi pertanian yang berdampak luas bagi ketahanan pangan dan industri benih nasional. Operasional Bank Sumber Daya Genetik Sayuran dijalankan melalui tiga fungsi utama, yaitu Collecting, Conserving, dan Conveying. Pada tahap Collecting, dilakukan pengumpulan plasma nutfah dari berbagai wilayah, termasuk varietas lokal dan spesies yang berpotensi hilang, melalui eksplorasi lapangan, kolaborasi dengan petani, serta jejaring riset. Tahap Conserving mencakup pengelolaan koleksi secara sistematis melalui karakterisasi, dokumentasi, penyimpanan dalam kondisi terkontrol, serta regenerasi benih guna menjaga viabilitas dan kemurnian genetik. Sementara itu, Conveying difokuskan pada hilirisasi, yaitu pemanfaatan sumber daya genetik menjadi produk dan solusi nyata, seperti pengembangan varietas unggul yang siap dikomersialisasikan, penyediaan sumber benih untuk industri dan petani, serta transfer teknologi budidaya.
Sejalan dengan hasil diskusi bersama PIAT UGM dan beberapa direktorat terkait, direncanakan optimalisasi peran program KKN UGM sebagai enabler dalam memperkuat fungsi Collecting dan Conveying pada Bank Sumber Daya Genetik Sayuran. Melalui jangkauan KKN yang luas hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kegiatan Collecting berpotensi diperluas secara sistematis melalui identifikasi, eksplorasi, dan pengumpulan plasma nutfah lokal yang selama ini belum terdokumentasi secara optimal. Di sisi lain, fungsi Conveying akan diakselerasi melalui pendekatan hilirisasi berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti pengenalan praktik budidaya sayuran yang adaptif dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan akses terhadap pangan segar di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkaya koleksi genetik nasional, tetapi juga menciptakan dampak nyata dalam peningkatan ketahanan pangan lokal serta transfer pengetahuan yang aplikatif bagi masyarakat.
Kolaborasi strategis antara UGM dan EWINDO ini merupakan wujud nyata implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kemitraan lintas sektor yang solid antara institusi pendidikan dan industri ini secara langsung merepresentasikan SDG 17: Partnerships for the Goals dalam menciptakan ekosistem inovasi pertanian. Melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan konservasi plasma nutfah sayuran lokal, inisiatif ini sangat mendukung SDG 15: Life on Land guna mencegah hilangnya sumber daya genetik daratan. Lebih lanjut, dorongan terhadap praktik perbenihan serta budidaya yang adaptif dan ramah lingkungan selaras dengan target SDG 12: Responsible Consumption and Production. Pada akhirnya, seluruh muara dari kegiatan operasional Bank Sumber Daya Genetika ini berkontribusi kuat pada pencapaian SDG 2: Zero Hunger, yakni demi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan menjamin ketersediaan nutrisi yang berkualitas bagi masyarakat.
Dengan pembaruan kerja sama ini, diharapkan Bank Sumber Daya Genetika Sayuran dapat terus menjadi ekosistem inovasi pertanian yang berdampak luas bagi kesejahteraan petani dan kemandirian benih nasional.

