Yogyakarta, 9 Mei 2026 — Capacity building merupakan upaya strategis dalam memberdayakan individu, tim, dan organisasi. Langkah ini menjadi kunci untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat kolaborasi, mendorong efisiensi, dan membuat organisasi lebih adaptif serta tangguh dalam menghadapi tantangan yang terus berubah. Semangat inilah yang diusung oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Berkolaborasi bersama Pusat Inovasi Agrotekologi UGM, Perumda Tirta Manuntung menyelenggarakan kegiatan capacity building yang difokuskan pada pengembangan keterampilan kewirausahaan bagi para pegawainya.
Rangkaian kegiatan capacity building diawali dengan pemaparan materi mengenai kewirausahaan di sektor ternak dan perikanan oleh Tim Task Force PIAT UGM. Disampaikan saat sesi paparan, berwirausaha bagi pegawai sangat penting untuk menciptakan kebebasan finansial, membuka sumber pendapatan tambahan, dan membangun dana cadangan. Selain itu, keterampilan berbisnis melatih problem-solving dan kemandirian yang sangat berguna untuk mengamankan stabilitas ekonomi jangka panjang. Bagi seorang pegawai, berwirausaha memiliki berbagai manfaat krusial, di antaranya meningkatkan peluang kebebasan finansial, menambah aset keamanan finansial pasca pensiun, penyaluran kreativitas, hingga pengembangan keahlian.
Sebagai bentuk penguatan materi yang telah diberikan, peserta diajak terjun langsung meninjau berbagai fasilitas yang berprospek wirausaha di kawasan PIAT UGM. Kunjungan lapangan diawali dengan visitasi ke area perikanan berkelanjutan. Para peserta tampak sangat tertarik mengamati sistem budidaya perikanan konsumsi, seperti nila, bawal, dan lele. Berbagai pendapat dan diskusi interaktif pun terjalin hangat pada sesi ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meninjau Rumah Potong Ayam (RPA) yang dikelola bersama PT Ciomas Adisatwa. Dari kunjungan ini, peserta mendapatkan berbagai wawasan (insight) baru mengenai tata kelola rumah potong unggas yang higienis dan berstandar syariat Islam.
Sebagai penutup sesi lapangan, peserta diajak mengeksplorasi bidang peternakan berkelanjutan. Berfokus pada budidaya domba dan sapi, banyak di antara peserta yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan studi banding dan bertukar pikiran mengenai usaha serupa yang telah mereka jalankan di daerah asal, seperti di Samarinda dan sekitarnya.
Pelaksanaan capacity building ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peningkatan kapasitas pegawai melalui pelatihan kewirausahaan berkontribusi langsung pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong kemandirian finansial dan ketahanan ekonomi individu. Pendekatan edukasi praktis di lapangan selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Selain itu, pengenalan pada praktik budidaya perikanan dan peternakan mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dalam upaya penyediaan sumber protein yang berkelanjutan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui standar operasional rumah potong yang higienis. Sinergi strategis antara Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dan PIAT UGM ini juga merepresentasikan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, membuktikan bahwa kolaborasi lintas institusi mampu menciptakan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia.
Melalui program capacity building ini, diharapkan para pegawai Perumda Tirta Manuntung Balikpapan tidak hanya pulang membawa pengalaman baru, tetapi juga mengantongi bekal pengetahuan praktis untuk memulai atau mengembangkan wirausaha mandiri di masa depan. PIAT UGM akan terus berkomitmen menjadi fasilitator dan mitra strategis bagi berbagai instansi dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan berdaya guna tinggi.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

