
PIAT UGM berkomitmen menjaga keberlanjutan benih lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional. Melalui Bank Genetika Sumber Daya Genetik yang berdiri sejak Agustus 2018 bersama PT East West Seed Indonesia, PIAT melakukan konservasi benih tanaman pangan dan sayuran secara ex situ. Hingga kini, lebih dari 3.035 aksesi dari 13 familia telah terhimpun, jumlah yang terus bertambah melalui eksplorasi dan kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia.
Pengelolaan benih dilakukan melalui tiga tahap strategis. Pertama, Collecting, yaitu identifikasi, eksplorasi, dan dokumentasi sumber daya genetik untuk memperkaya plasma nutfah. Kedua, Conserving, yakni pengujian, multiplikasi, dan evaluasi untuk menjaga kemurnian serta daya tahan benih. Ketiga, Conveying, yaitu pendistribusian sumber daya genetik baik untuk riset, kerja sama, maupun pemanfaatan komersial. Dengan model tata kelola ini, PIAT UGM menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam konservasi benih lokal, sekaligus penguat ketahanan pangan Indonesia untuk generasi mendatang.
Klik pada gambar untuk melihat menu yang diinginkan.




