Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menerima kunjungan siswa SLB Bhakti Kencana pada 17 Juli 2026 sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa SLB Bhakti Kencana. Melalui kunjungan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pertanian secara lebih dekat melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan dapat diikuti sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Uncategorized
Yogyakarta, 4 Agustus 2025 — Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari Pemerintah Kecamatan Rowokele, Kebumen, dalam rangka kegiatan pelatihan dan pengembangan kemampuan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Rowokele Cipta Mandiri. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan desa serta mendorong penerapan inovasi pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan diikuti oleh sekitar 30 peserta perwakilan Bumdesma Rowokele. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan di tiga sektor utama, yaitu agroprocessing (pengolahan pascapanen), peternakan, dan pertanian organik.
Yogyakarta, 14 Juli 2025 — Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menerima kunjungan istimewa dari Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, bersama perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan melakukan kunjungan ke beberapa unit di lingkungan PIAT UGM, antara lain Smart Farming Area, Rice & Seed Production Unit, serta Smart Livestock Unit. Kunjungan ini menjadi ajang pertukaran wawasan dan pengalaman terkait penerapan inovasi pertanian terintegrasi berbasis riset.
Yogyakarta, 20 Februari 2025 — Sebanyak 245 siswa dan pendamping dari SMA Al Hikmah Surabaya melaksanakan kunjungan edukatif ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada pada 20 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan peserta didik mengenai penerapan ilmu pertanian dan pengolahan hasil tani yang berorientasi pada keberlanjutan serta praktik ramah lingkungan.
Rangkaian kunjungan dimulai di Kebun Jeruk PIAT UGM, di mana para peserta diperkenalkan pada praktik budidaya jeruk terpadu, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga pemanfaatan pupuk organik. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya inovasi teknologi pertanian yang mendukung produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
Kamis (17/2), Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menerima kunjungan dari warga Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo dalam rangka studi banding budidaya maggot. Sekitar 43 peserta terdiri dari perangkat desa, kelompok peternak, kelompok tani, kelompok wanita tani, dan juga pengusaha. Berawal dari keresahan adanya permasalahan sampah di desanya, menjadi maksud warga desa Kagokan untuk belajar pengelolaan sampah khususnya organik di PIAT UGM. Mereka mendapatkan materi tentang budidaya lalat hitam atau BSF terlebih dahulu sebelum kemudian berkeliling ke lapangan di Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU).
Tidak bisa dipungkiri, sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Timbulan sampah akan meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat. Di Yogyakarta, berdasarkan data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah pada tahun 2021, rata-rata volume sampah yang dihasilkan se-DIY sebanyak 1.133ton setiap harinya, dan 61,12% nya merupakan sampah organik hasil dari kegiatan domestik yang belum memiliki nilai ekonomis.
Pengolahan sampah organik memerlukan teknologi yang tepat agar produk olahannya tidak menghasilkan sampah kembali. Teknologi biokonversi menggunakan maggot lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat dimanfaatkan untuk mengonversi materi organik sehingga memiliki potensi ekonomi. Bahkan maggot BSF mampu mendegradasi sampah organik lebih cepat dibanding serangga lainnya. Selain itu, produk yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik oleh maggot BSF memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sebagai contoh maggot BSF dapat menjadi sumber protein yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak, serta kasgot (bekas maggot) dapat digunakan sebagai solusi alternatif subtitusi pupuk NPK dari pemerintah.
Jumat (11/11) PIAT UGM mendapatkan kunjungan dari Majelis Senat Akademik 16 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MSA PTN-BH) di seluruh Indonesia. Masing-masing PTN-BH diwakili oleh Ketua Senat Akademik, Sekretaris Senat Akademik, dan Wakil Rektor. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Rapat Pleno MSA PTN-BH yang berlangsung selama dua hari di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Peserta kunjungan mengunjungi beberapa spot yang ada di PIAT UGM, yaitu Rumah Pemotongan Ayam, Rumah Inovasi Daur Ulang, dan Bank Genetika Sayuran untuk melihat secara langsung kegiatan operasional yang berjalan di tempat-tempat tersebut. Kegiatan kunjungan diakhiri dengan ramah tamah di pendopo PIAT UGM. Peserta kunjungan disuguhkan dengan hidangan berupa produk makanan dan minuman olahan yang dihasilkan oleh PIAT, seperti Singkongku, Getukku, Wedang Uwuh, Gilegrass, dan Rosegar (minuman rosella).
Pembangunan agrowisata di Indonesia menunjukkan peningkatan dengan adanya preferensi dan motivasi wisatawan yang berkembang secara dinamis. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan kunjungan wisata ke obyek wisata yang menyuguhkan udara segar, pemandangan indah, pengenalan tanaman langka, maupun pengolahan porduk spesifik secara tradisional maupun modern. Kecenderungan tersebut membuka peluang bagi pengembangan produk agro baik dalam bentuk kawasan maupun produk pertanian yang memiliki daya tarik spesifik. PIAT UGM yang dulunya bernama Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) telah merintis pembentukan kebun koleksi tanaman langka sejak tahun 2010. Kebun koleksi ini berada di petak blok 2B dengan luas sekitar 1 hektar yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik agrowisata PIAT.
PIAT UGM mendapatkan hibah Kementerian PUPR berupa Rumah Susun (Rusun) Asrama Mahasiswa yang pembangunannya selesai dilakukan pada April 2021 lalu. Asrama Rusun dibangun di sisi timur gedung kantor PIAT yang terdiri dari 1 tower dengan jumlah kamar sebanyak 43 kamar. Peran utama asrama rusun adalah menyediakan tempat tinggal yang nyaman dan terjangkau untuk mahasiswa dan siswa khususnya yang sedang melakukan kegiatan magang atau penelitian di PIAT UGM.
Fasilitas yang disediakan untuk setiap kamar adalah 2 ranjang kasur tingkat, 2 lemari, 2 meja dan kursi, 1 kipas angin, serta kamar mandi dalam. Dari jumlah keseluruhan kamar, tersedia 2 kamar khusus difabel.
Widyawisata merupakan kunjungan petani secara berkelompok ke suatu tempat untuk melihat keberhasilan pertanian di tempat yang dituju. Hal tersebut yang dilakukan oleh Kelompok Tani Rukun Tani, Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, saat berkunjung ke PIAT UGM (22/9) yang lalu. 30 Peserta kunjungan melihat dan berinteraksi secara langsung dengan staf PIAT di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, pengolahan limbah, serta pasca panen dan pemasaran.
Saat di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, para peserta diajarkan untuk membuat pestida organik dari rempah-rempah untuk mengatasi hama di lahan sayuran, mengingat sebagian besar anggota dari kelompok tani juga mengusahakan tanaman sayuran, terutama kangkung, bayam, sawi, di usaha tani mereka. Staf juga menghimbau untuk mengurangi penggunaan pestisida anorganik demi terciptanya pertanian berkelanjutan dan keamanan pangan bagi konsumen.