Bidang Peternakan Cerdas merupakan salah satu pilar awal PIAT UGM yang berperan penting dalam mendukung kegiatan akademik, riset, dan pengembangan bisnis. Unit ini mengelola subsektor ruminansia besar, ruminansia kecil, unggas, hingga konservasi hewan, dengan mengusung konsep sirkular, di mana limbah dari satu proses produksi dapat dimanfaatkan kembali sebagai input bagi proses lain. Saat ini, PIAT UGM memelihara lebih dari 100 kambing dan domba, serta lebih dari 20 sapi perah dan sapi potong dari berbagai jenis. Populasi ini terus dikelola secara dinamis, menyesuaikan kebutuhan riset, layanan usaha, serta permintaan pasar.
Selain menghasilkan luaran usaha, bidang ini menerapkan berbagai inovasi, seperti sistem pakan terintegrasi, manajemen kesehatan hewan yang ketat, dan pengelolaan limbah untuk menghasilkan kompos dan biogas. Unit tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga berperan mengurangi limbah dan penciptaan energi terbarukan. Bidang ini juga berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa, peneliti, dan mitra industri dalam menguji serta mengembangkan praktik peternakan modern.
Ke depan, bidang peternakan cerdas PIAT UGM diharapkan mampu memperluas kontribusinya, tidak hanya sebagai pusat pembelajaran dan penelitian, tetapi juga sebagai model bisnis berkelanjutan yang mengintegrasikan teknologi, ekologi, dan ekonomi. Dengan demikian, peternakan cerdas PIAT menjadi salah satu motor penting dalam memperkuat sektor peternakan nasional sekaligus mewujudkan visi pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan.
Ruminansia Besar dan Kecil
Pengelolaan ruminansia besar dan kecil di PIAT UGM dilaksanakan dengan standar tinggi yang menempatkan kesejahteraan hewan sebagai prioritas utama. Kandang didesain secara modern dan fungsional, dengan ventilasi optimal, kelembaban terkendali, serta ruang gerak memadai untuk mendukung perilaku alami ternak. Penerapan manajemen kandang yang terintegrasi ini tidak hanya menjaga kesehatan hewan, tetapi juga menjamin produktivitas yang stabil dan berkelanjutan.
Inovasi pada aspek pakan menjadi salah satu keunggulan utama. PIAT UGM mengembangkan sistem pakan berbasis rumput berkualitas tinggi yang ditanam secara mandiri, kemudian dipadukan dengan bahan tambahan bernutrisi seimbang. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga menjaga kualitas hasil peternakan. Di saat yang sama, pemuliaan ternak dengan memperhatikan faktor genetik unggul, manajemen reproduksi yang efisien, serta pemeliharaan kesehatan yang prima menjadi pilar dalam meningkatkan produktivitas jangka panjang.
Limbah ternak menjadi bagian integral dalam sistem produksi. Melalui pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik padat, pupuk cair, hingga biogas, PIAT UGM menghadirkan siklus produksi sirkular yang ramah lingkungan. Dengan kombinasi inovasi, keberlanjutan, dan kesejahteraan hewan, bidang ruminansia besar dan kecil tidak hanya memperkuat fungsi akademis dan produksi, tetapi juga menegaskan posisi PIAT UGM sebagai pionir peternakan modern berbasis teknologi dan berkelanjutan di Indonesia.
Unggas: Ayam Petelur dan Ayam Broiler
Ayam petelur menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi di sektor peternakan. Permintaan pasar yang besar menjadikan subsektor ini strategis untuk dikembangkan. PIAT UGM mengelola unit ayam petelur dengan orientasi ganda, yaitu produksi sekaligus riset pakan alternatif. Salah satu inovasi adalah penggunaan pakan berbasis maggot dari unit pengelolaan limbah. Pada 2024, unit ini mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur per bulan, menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Selain ayam petelur, PIAT UGM juga mengelola Teaching Farm Ayam Broiler sebagai pusat edukasi, riset, dan produksi. Fasilitas ini terwujud melalui kerja sama dengan PT Ciomas Adisatwa (Japfa Group). Hingga 2024, terdapat lima kandang broiler dan satu kandang closed house berpopulasi 26.000 ekor. Ke depan, pengembangan diarahkan pada sistem closed house double deck berkapasitas 40.000 ekor per siklus.
Melalui pengelolaan unggas ini, PIAT UGM menegaskan perannya sebagai pusat produksi serta pembelajaran. Kehadiran ayam petelur untuk riset pakan alternatif dan teaching farm ayam broiler sebagai pusat edukasi modern memperlihatkan komitmen kami dalam menghadirkan peternakan unggas yang adaptif, berdaya saing, & berkelanjutan.
Konservasi Hewan Melalui Mini Zoo
PIAT UGM melalui bidang peternakan cerdas mengembangkan program konservasi fauna endemik Indonesia sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya hayati. Fokus diarahkan pada rusa timor (Rusa timorensis) yang berstatus rentan punah dan rusa tutul (Axis axis) yang memiliki nilai ekologis dan kultural tinggi. Saat ini, koleksi konservasi mencakup 3 ekor rusa timor dan 7 ekor rusa tutul yang dipelihara dengan standar kesejahteraan hewan dan lingkungan yang mendukung reproduksi alami. Selain itu, berbagai jenis unggas seperti ayam serama, ayam american silkie, ayam mutiara, kalkun, dan angsa turut memperkaya koleksi konservasi.
Seluruh area konservasi diproyeksikan berkembang menjadi mini zoo yang mengintegrasikan fungsi konservasi, riset, dan eduwisata. Kehadiran mini zoo ini tidak hanya menjadi pusat pembelajaran interaktif bagi masyarakat, tetapi juga mempertegas peran PIAT UGM dalam menggabungkan pendidikan, penelitian, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Inisiatif ini mencerminkan nilai utama PIAT UGM dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya melestarikan fauna Nusantara.