Yogyakarta, 22 Juli 2025 — Sebanyak 35 mahasiswa dan dosen dari Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melaksanakan kunjungan edukatif ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran dan diskusi ilmiah untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik pertanian dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Selama kunjungan, peserta diajak mengenal berbagai unit unggulan di PIAT UGM, antara lain Bank Genetika Sayuran, Peternakan Sapi dan Biogas, serta Rumah Inovasi Daur Ulang (RinDU). Di Bank Genetika Sayuran, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya konservasi dan pemuliaan genetik tanaman hortikultura yang menjadi basis ketahanan pangan dan keanekaragaman hayati nasional.
Selanjutnya, di Peternakan Sapi, peserta mempelajari sistem peternakan terpadu yang memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan baku biogas, mendukung konsep zero waste farming. Sementara di RinDU, mahasiswa diperkenalkan pada proses budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi biokonversi sampah organik serta pembuatan kompos yang menjadi bagian dari sistem pertanian sirkuler di PIAT UGM.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen PIAT UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui SDG 4 – Quality Education, kegiatan ini memperkuat pembelajaran berbasis praktik di lapangan. SDG 2 – Zero Hunger tercermin melalui inovasi pertanian yang berorientasi pada ketahanan pangan. SDG 12 – Responsible Consumption and Production diwujudkan dalam pengelolaan limbah organik menjadi sumber energi dan pupuk, sementara SDG 15 – Life on Land mendukung konservasi sumber daya genetik tanaman yang berperan penting dalam keberlanjutan ekosistem pertanian.
Melalui kegiatan ini, PIAT UGM terus memperkuat perannya sebagai pusat inovasi, edukasi, dan riset dalam mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang ramah lingkungan.


