Yogyakarta, 5 November 2025 — Pusat Inovasi Agroteknologi UGM Kali ini menerima kunjungan persahabatan dari mahasiswa dan dosen Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT). Kunjungan ini diprakarsai oleh Program Studi Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan UGM. Kunjungan singkat ini bertujuan untuk mengenalkan fasilitas pengembangan pertanian yang dimiliki oleh UGM kepada seluruh peseta yang hadir. Pada kesesmpatan ini, mahasiswa dan dosen Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) bersama perwakilan Program Studi Magister Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan UGM diajak berkeliling di area PIAT Unit Berbah dengan destinasi unit produksi benih dan beras, bank sumberdaya genetika sayuran, serta bidang pertanian pintar khususnya citrus learning center.
Pada destinasi pertama, seluruh peserta diajak beukenlaan dengan inovasi padi amphibia, Gamagora 7 yang dikembangkan oleh UGM dan dikelola dengan baik di PIAT UGM. Selain itu, seluruh peserta juga dikenalkan dengan proses pasca panen padi yang dilakukan oleh Unit Produksi Benih & Beras. Beranjak ke destinasi selanjutnya, peserta diajak menyelami keanekaragaman palsma nutfah yang tersimpan di Bank Sumberdaya Genetik. Pada destinasi ini, terbangun diskusi yang sangat produktif mengenai proses penyimpanan benih hingga layanan kultur jaringan yang dimiliki oley unit ini. Sementara itu, pada destinasi terakhir, peserta diajak untuk mengeksplorasi Citrus Learning Center. Banyak peserta temetik buah jeruk langsung dari pohon sembari bertukar pikiran mengenai proses produksi dan teknologi yang digunakan di lahan tersebut.
Kunjungan mahasiswa dan dosen dari Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) ke PIAT UGM mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini memperkuat SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman lapangan, dan diskusi akademik lintas negara. Eksplorasi inovasi benih padi Gamagora 7, bank sumber daya genetik, serta teknologi smart farming secara langsung mendorong SDG 2 (Zero Hunger) dengan memperkuat ketahanan pangan berbasis riset dan inovasi. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern dan pengembangan fasilitas riset seperti kultur jaringan dan pusat inovasi citrus. Komitmen terhadap praktik pertanian yang efisien dan ramah lingkungan mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan) dan SDG 13 (Aksi Iklim), terutama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kunjungan persahabatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat jejaring akademik antara UGM dan Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi pertanian di masa mendatang. Dengan melihat langsung inovasi dan fasilitas yang dimiliki PIAT UGM, diharapkan para peserta memperoleh wawasan baru tentang penerapan teknologi pertanian tropis serta upaya peningkatan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
どうもありがとうございます 。さようなら
Doumo arigatou gozaimasu, Sayonara
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Humas Media PIAT UGM

