Yogyakarta, 20 November 2025 — Keseruan melingkupi kunjungan edukatif yang dihadiri oleh siswa kelas X dari SMA Olifant Yogyakarta. Kehadiran mereka di Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada (PIAT UGM) menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mendekatkan peserta didik pada dunia pertanian sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai asal-usul produk pangan yang mereka konsumsi. Pendekatan ini dinilai strategis dalam menumbuhkan awareness sejak dini tentang pentingnya sistem pangan yang sehat, lestari, dan bertanggung jawab. Selain itu, SMA Olifant juga menekankan semangat #FutureSociopreneur, yaitu membentuk generasi muda yang mampu membangun usaha berorientasi sosial dan keberlanjutan. Harapannya, siswa mampu memberi dampak positif bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan komunitas, hingga penyelesaian persoalan sosial dan lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 13 November 2025 ini mencakup eksplorasi di beberapa bidang utama PIAT UGM: Citrus Learning Center, Kebun Anggrek, dan Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU). Pada sesi pertama, peserta diajak terjun langsung ke kebun jeruk untuk mengamati tanaman yang sedang berbuah dan bahkan diperbolehkan memetik buah jeruk yang telah matang. Pengalaman langsung ini memberikan pemahaman praktis mengenai proses budidaya tanaman hortikultura serta faktor-faktor yang memengaruhi kualitas buah.
Perjalanan berlanjut ke RInDU, di mana peserta mempelajari berbagai metode pengelolaan sampah organik dan anorganik. Tidak hanya menyimak, mereka juga mempraktikkan cara membuat eco-enzyme, salah satu produk daur ulang bernilai guna yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pengurangan sampah dapat dimulai dari rumah dengan langkah sederhana namun berdampak besar. Pada destinasi terakhir, peserta diajak menyelami dunia tanaman hias dan budidaya anggrek. Di sesi ini, mereka mempelajari teknik dasar pemeliharaan anggrek sekaligus mempraktikkan pembuatan kokedama—metode tanam khas Jepang yang memadukan kreativitas dan teknik bercocok tanam. Antusiasme siswa sangat tinggi; banyak di antaranya yang membuat lebih dari satu kokedama dan bangga membawa pulang hasil karya mereka sendiri. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, di mana peserta membagikan pengalaman serta wawasan baru yang mereka dapatkan selama rangkaian kunjungan.
Kunjungan edukatif ini mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:
- SDG 4: Quality Education, melalui pembelajaran kontekstual yang memungkinkan siswa memahami konsep pertanian, lingkungan, dan inovasi secara langsung.
- SDG 12: Responsible Consumption and Production, dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah, praktik daur ulang, serta pemahaman atas rantai produksi pangan.
- SDG 13: Climate Action, melalui pemahaman mengenai pentingnya pengurangan limbah dan praktik ramah lingkungan.
- SDG 15: Life on Land, melalui pembelajaran tentang budidaya jeruk, anggrek, dan tanaman hias yang mendukung konservasi biodiversitas lokal.
Melalui rangkaian aktivitas yang menyenangkan, interaktif, dan sarat makna, kunjungan SMA Olifant Yogyakarta di PIAT UGM berhasil membuka wawasan siswa tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Pembelajaran berbasis pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan sosial, sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. PIAT UGM berkomitmen untuk terus menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan sekolah-sekolah dalam membangun literasi pangan dan ekologi yang lebih baik di masa depan.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Humas Media PIAT UGM

