Yogyakarta, 17 November 2025 — Pengabdian merupakan salah satu napas perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma. Semangat inilah yang diwujudkan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Program Doktoral Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP), Sekolah Pascasarjana UGM. Melalui kolaborasi aktif bersama Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, para mahasiswa Program Doktoral PKP mengadakan kegiatan Studi Lapangan bagi anggota Kelompok Tani Jetisharjo, Kota Yogyakarta.
Sebagai pengelola kawasan urban di bantaran Kali Code, Kelompok Tani Jetisharjo diajak menyelami berbagai teknik budidaya ikan konsumsi air tawar serta ikan lokal. Tema ikan lokal menjadi salah satu pembahasan yang paling diminati karena komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dicari masyarakat. Selain ikan konsumsi, peserta juga diperkenalkan dengan budidaya ikan hias, mulai dari proses pembesaran hingga pemilihan anakan berkualitas yang siap jual.
Sesi berikutnya dilaksanakan di Kebun Anggrek PIAT UGM. Para peserta disambut dengan berbagai koleksi anggrek yang tumbuh subur dan terawat. Banyak peserta yang berbagi cerita mengenai anggrek koleksi mereka, sekaligus berdiskusi tentang teknik perawatan, media tanam, dan cara mengatasi permasalahan yang sering muncul. Antusiasme ini menumbuhkan kembali motivasi para anggota kelompok untuk lebih tekun merawat sekaligus menambah koleksi anggrek mereka.
Pada sesi terakhir, peserta diajak melakukan studi langsung di bidang kebun jeruk (Citrus Learning Center) dan sayuran. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dipicu oleh pengalaman peserta dalam mengelola tanaman di kawasan urban bantaran Kali Code. Berbagai tips, trik, dan informasi teknis mengenai budidaya jeruk serta sayuran disampaikan oleh tim PIAT UGM dan diterima dengan antusias oleh bapak ibu petani.
Kegiatan studi lapangan ini secara nyata mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain:
- SDG 2: Zero Hunger, melalui peningkatan kapasitas petani dalam memproduksi pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
- SDG 11: Sustainable Cities and Communities, dengan memperkuat praktik pertanian urban di kawasan bantaran sungai yang padat penduduk.
- SDG 12: Responsible Consumption and Production, melalui pengenalan budidaya ikan, tanaman hias, jeruk, dan sayuran yang ramah lingkungan.
- SDG 15: Life on Land, melalui edukasi konservasi tanaman dan peningkatan kepedulian petani terhadap keanekaragaman hayati lokal.
Melalui kegiatan ini, PIAT UGM bersama Tim PKP Sekolah Pascasarjana UGM berhasil menghadirkan ruang belajar yang aplikatif, inspiratif, dan relevan bagi petani urban. Interaksi yang intens serta semangat berbagi pengetahuan membuat kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. Harapannya, pendampingan seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan pertanian urban yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan di Kota Yogyakarta.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Humas Media PIAT UGM

