Yogyakarta, 27 November 2025 — Kolaborasi menjadi sektor yang pangat penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui kolaborasi, hubungan antarmahasiswa dapat terjalin dengan lebih kuat dan mampu mendorong perkembangan akademik maupun non-akademik. Sebagai langkah nyata dalam mendukung komitmen kolaborasi ini, UGM menerima kolaborasi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang dimiliki oleh UTM. Mengusung tajuk “Leadership Building a Better Future: Community, Culture, and Sustainability”, kedua institusi berharap kegiatan ini mampu memupuk nilai-nilai kepemimpinan, pembelajaran lintas budaya, dan pertukaran akademik antara mahasiswa dan staf. Proyek ini dokemas melalui program seminar, workshop, dan kunjungan lapangan.
Dilaksanakan pada 24 – 29 November 2025, sebanyak 19 peserta baik mahasiswa dan staf Universiti Teknologi Malaysia mengunjungi beberapa lokasi, diantaranya Kampus UGM, Kampung Bantaran Kali Code, Desa Wisata Pentingsari dan Cangkringan, serta Pusat Inovasi Agroteknologi. Dalam kunjungannya ke Pusat Inovasi Agroteknologi UGM, seluruh peserta diajak mengunjungi beberapa bidang yang ada di PIAT UGM, seperti bidang pengelolaan sampah, bidang produksi benih dan beras, serta bidang agroproccessing. Setelah mengenal fasilitas dan berbincang dengan tim PIAT secara lebih dalam, mahasiswa dan staf UTM berkesempatan melakukan praktik membuat kompos secara langsung di Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU). Tidak lupa para peserta juga belajar membuat beberapa pangan olahan di dapur Agroproccessing.
“Innovative, eco-friendly, and enjoyable,” ungkap Muhaddin, mahasiswa UTM asal Libya. KUngkapan tersebut mewakili antusiasme hampir seluruh peserta setelah mengikuti berbagai kegiatan hands-on yang dipandu oleh tim Agroedutainment PIAT UGM.
Kegiatan kolaboratif ini selaras dengan komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas dan pengalaman belajar mahasiswa, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui kunjungan dan pembelajaran di komunitas lokal, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui praktik pengelolaan sampah, kompos, dan agroprocessing ramah lingkungan di PIAT UGM. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan pangan, lingkungan, dan masa depan.
Kunjungan kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan nilai kepemimpinan, pemahaman lintas budaya, serta penguatan jejaring akademik. Selain mempererat hubungan UGM secara luas dan PIAT UGM secara khusus dengan lembaga pendidikan internasional, kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap pangan, lingkungan, dan keberlanjutan masa depan.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Humas Media PIAT UGM

