Yogyakarta, 4 Desember 2025 — Sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah menjadi kunci penting dalam penguatan tata kelola sektor pangan yang berkelanjutan. Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM secara konsisten menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintahan dan pelaku usaha. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Desember 2025, dengan melibatkan PT Ciomas Adisatwa sebagai mitra industri.
Audiensi ini dilakukan dalam rangka mendukung operasional Pasar Terban yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Dengan luas lahan mencapai 7.838 meter persegi dan kapasitas 505 kios, Pasar Terban dirancang tidak hanya sebagai pasar modern dan higienis, tetapi juga sebagai pasar ayam higienis pertama di Indonesia. Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menyampaikan bahwa Pasar Terban diharapkan mampu menerapkan konsep pasar terintegrasi, di mana produk bahan baku ditempatkan di lantai dasar dan produk siap konsumsi di lantai atas, sehingga mendukung sistem one stop shopping yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sesi audiensi antara pengelola Rumah Potong Ayam (RPA) PT Ciomas Adisatwa, perwakilan dinas terkait, serta peternak dan pelaku usaha potong unggas lokal. Diskusi ini bertujuan menggali praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan rumah potong unggas, mulai dari tahapan pra-penyembelihan, proses produksi, hingga pengelolaan limbah cair dan sanitasi lingkungan. Usai audiensi, seluruh peserta diajak meninjau langsung area produksi PT Ciomas Adisatwa untuk melihat implementasi standar operasional dan sistem higienitas yang diterapkan secara menyeluruh.
Kegiatan ini selaras dengan pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan sistem pangan yang aman dan berkelanjutan, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong penyediaan produk pangan hewani yang higienis dan layak konsumsi. Selain itu, penerapan praktik produksi dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production), sementara kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri menjadi wujud nyata implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui rangkaian audiensi dan kunjungan lapangan ini, para peserta berhasil merumuskan sejumlah praktik baik yang dapat diadaptasi dan diterapkan dalam pengelolaan Pasar Terban. Praktik-praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional yang bertransformasi menjadi lebih modern dan higienis.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Humas & Media PIAT UGM

