Yogyakarta, 8 Desember 2025 — Pengembangan sektor pertanian daerah merupakan langkah strategis yang terus didorong oleh pemerintah daerah guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hingga saat ini, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM berkomitmen mendampingi berbagai daerah di Indonesia dalam proses pengembangan pertanian lintas sektor berbasis inovasi dan keberlanjutan. Dalam kerangka tersebut, PIAT UGM berkolaborasi bersama Fakultas Teknologi Pertanian UGM untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Studi Referensi dan Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Kabupaten Paser, yang menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Daerah Kabupaten Paser dalam membangun sistem pertanian yang terintegrasi dan berketahanan. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan studi referensi ke Pusat Inovasi Agroteknologi UGM, sebelum dilanjutkan pada proses penyusunan dokumen master plan pengembangan kawasan pertanian.
Dalam kunjungan ke PIAT UGM, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Paser diajak mengeksplorasi sejumlah bidang unggulan, di antaranya Bidang Peternakan dan Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU). Pada Bidang Peternakan, peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan ternak, khususnya ruminansia besar, mulai dari sistem pemeliharaan, manajemen pakan, hingga potensi integrasi peternakan dengan sektor pertanian lainnya. Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, seiring tingginya ketertarikan peserta terhadap peluang pengembangan peternakan terpadu yang dapat diterapkan di wilayah Kabupaten Paser.
Sementara itu, kunjungan ke Rumah Inovasi Daur Ulang memberikan perspektif baru terkait pengelolaan limbah pertanian dan peternakan secara berkelanjutan. Peserta diajak memahami berbagai skema pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus melihat potensi penerapan teknologi tepat guna dalam mendukung sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan.
Kegiatan Studi Referensi dan Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Kabupaten Paser ini sejalan dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini mendukung SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan sistem pertanian dan peternakan terpadu yang berorientasi pada ketahanan pangan daerah. Selain itu, penerapan pengelolaan limbah dan pemanfaatan teknologi tepat guna berkontribusi pada SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Integrasi praktik pertanian ramah lingkungan juga mendukung SDG 13 (Climate Action) dan SDG 15 (Life on Land), khususnya dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi dalam penyusunan master plan ini turut memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) sebagai fondasi pembangunan pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan studi referensi ini, diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Paser memperoleh gambaran komprehensif serta praktik baik yang dapat diadaptasi dalam penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu. PIAT UGM bersama Fakultas Teknologi Pertanian UGM berharap kolaborasi ini mampu menjadi fondasi pengembangan pertanian Kabupaten Paser yang berkelanjutan, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Media & Humas PIAT UGM

