Yogyakarta, 15 Desember 2025 — Pembelajaran berbasis pengalaman langsung menjadi salah satu pendekatan penting dalam dunia pendidikan dasar. Melalui interaksi langsung dengan alam dan lingkungan, siswa dapat memahami konsep pelestarian keanekaragaman hayati dan pertanian secara lebih konkret. Salah satu upaya untuk menanamkan pemahaman tersebut adalah melalui kegiatan outing class yang memadukan unsur edukasi, observasi, dan praktik lapangan.
Dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif, SD Jurugentong melaksanakan kegiatan outing class yang diikuti oleh 143 siswa dengan pendampingan 13 guru. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada, Berbah, Sleman. PIAT UGM merupakan pusat pengembangan inovasi di bidang pertanian, peternakan, serta pelestarian sumber daya hayati yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada Mini Zoo serta pelestarian berbagai jenis satwa seperti rusa totol, rusa timor, kalkun, soang, ayam mutiara, dan satwa lainnya. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal lebih dekat satwa-satwa tersebut sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestariannya.
Selain itu, siswa juga mengunjungi Bank Genetika Sayuran sebagai sarana edukasi mengenai keanekaragaman hayati, khususnya tanaman sayuran. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya pelestarian benih sebagai salah satu upaya menjaga keberlanjutan pangan di masa depan. Tidak hanya berfokus pada pengenalan alam dan hayati, kegiatan outing class ini juga dilengkapi dengan sesi Agroprocessing. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan wawasan sekaligus praktik sederhana mengenai proses pengolahan hasil pertanian. Praktik pembuatan sempol dan sticky yang diikuti seluruh siswa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, aplikatif, serta mampu menumbuhkan pemahaman tentang nilai tambah produk pertanian dan pengenalan agroindustri sejak dini.
Kegiatan outing class SD Jurugentong di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung yang memperkaya pengetahuan siswa di luar kelas. Selain itu, pengenalan mengenai pelestarian satwa, keanekaragaman hayati, serta pengolahan hasil pertanian juga mendukung SDG 2 (Zero Hunger) dengan menanamkan pemahaman awal tentang ketahanan pangan dan pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian secara berkala sejak usia dini.
Penulis: Amelya Tricahyani & Rahma Salsabilla | Editor & Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

