Yogyakarta, 24 April 2026 – Kegiatan Field School bertajuk Studi Literatur Kokurikuler dari SMPN 2 Gandusari Blitar yang dilaksanakan di Pusat Inovasi Agroteknologi UGM pada 22 April 2026 menghadirkan pengalaman belajar kontekstual bagi 106 siswa kelas 8. Mengusung tema “Eksplorasi Teknologi Tepat Guna dalam Penguatan Literasi Sains dan Prakarya”, kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan teori di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Dengan suasana pembelajaran yang interaktif, siswa diajak mengeksplorasi berbagai inovasi sederhana yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing mengikuti praktik berbeda. Kelompok pertama belajar membuat pestisida nabati di kebun jeruk dan sayur, kelompok kedua membuat kokedama tanaman di kebun anggrek, dan kelompok ketiga memproduksi eco-enzyme di kawasan Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU). Setiap aktivitas dirancang untuk mengasah keterampilan praktis sekaligus memperkuat pemahaman konsep sains dan prakarya. Pendekatan ini sejalan dengan SDG 4: Quality Education yang mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan keterampilan abad 21.
Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu penguatan materi kurikulum, observasi teknologi, dan pengembangan produk. Siswa tidak hanya memperdalam konsep energi terbarukan dan rekayasa alat tepat guna, tetapi juga mengamati langsung mekanisme pengolahan limbah dan mekanisasi pertanian di PIAT UGM. Dari proses tersebut, siswa diharapkan memperoleh inspirasi teknis untuk merancang proyek kokurikuler berupa alat teknologi sederhana. Hal ini berkaitan erat dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, yang menekankan pentingnya inovasi dan pengembangan teknologi sederhana yang berdampak.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini mampu mendorong siswa untuk mentransformasikan hasil studi literasi menjadi rancangan produk teknologi yang aplikatif. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik ide bagi siswa untuk melakukan replikasi atau modifikasi alat yang dapat mendukung proses belajar mengajar maupun operasional di sekolah. Semangat ini juga mencerminkan kontribusi terhadap SDG 12: Responsible Consumption and Production dan SDG 13: Climate Action, melalui pemanfaatan sumber daya secara bijak dan penguatan kesadaran lingkungan sejak dini.
Penulis: Willy Maulana | Editor: Rakanda Paritusta | Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

