• Tentang UGM
  • Portal Akademika
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA
PUSAT INOVASI AGROTEKNOLOGI
  • TENTANG PIAT
    • Profil Pusat Inovasi Agroteknologi
    • Visi, Misi, dan Budaya Pusat Inovasi Agroteknologi
    • STRUKTUR
  • LAYANAN
    • MAGANG/PKL
    • PRAKTIKUM
    • PENELITIAN
    • KUNJUNGAN
    • PELATIHAN
  • FASILITAS
    • ASRAMA RUSUN
    • EDUGARDEN
    • EMBUNG
    • MEETING ROOM
    • CAFE PAWON SEMAR
  • BIDANG UNGGULAN
    • Seed & Rice Production
    • Waste Management
    • Sustainable Fisheries
    • Smart Livestock
    • Smart Farming
    • Genetic Bank
    • Plantation and Bio Pharmacy
    • Agroprocessing Unit
    • Agroedutainment
    • Nutrifresh
  • PRODUK UNGGULAN
    • Produk Inovasi PIAT UGM
    • Laman Belanja Nutrifresh
    • Produk Ternak Qurban 2026
  • Beranda
  • Artikel
  • Perkuat Industri Jeruk Global dari Ancaman Huanglongbing, UGM dan ACIAR Gelar Simposium dan Tinjauan Lapangan di PIAT

Perkuat Industri Jeruk Global dari Ancaman Huanglongbing, UGM dan ACIAR Gelar Simposium dan Tinjauan Lapangan di PIAT

  • Artikel, Berita PIAT UGM, Rilis Berita
  • 25 April 2026, 08.38
  • Oleh: Admin
  • 0

Yogyakarta, 21 April 2026 — Pusat Inovasi Agroteknologi UGM menerima kunjungan peserta simposium proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 bertajuk “Preparedness and Management of Huanglongbing (Citrus Greening Disease) to Safeguard the Future of Citrus Industry in Australia, China, and Indonesia”. Simposium ini diprakarsai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) bersama Fakultas Pertanian UGM serta berkolaborasi dengan Pusat Inovasi Agroteknologi UGM. Pelaksanaan simposium ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan industri jeruk diantara ketiga negara tersebut.

Setelah melaksanakan sesi panel hari pertama di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel, simposium hari kedua diawali dengan sesi workshop yang mengupas praktik baik budidaya jeruk di Australia yang disampaikan oleh Steven Falivene (NSW DPI-ACIAR Representative). Sesi dilanjutkan dengan paparan manajemen hama pada tanaman jeruk yang diampaikan oleh Prof. Andi Trisyono (Fakultas Biologi UGM), Ramli (Grower), dan Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D (PIAT UGM). Diskusi semakin komprehensif dengan adanya paparan materi mengenai pengelolaan pasca panen oleh Imro’ah Ikarini S.TP., M.P. (BRIN) dan materi peran penyuluhan terhadap budidaya jeruk Dr.agr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih (Fakultas Pertanian UGM).

Sebagai penutup sesi pada hari kedua, seluruh peserta diajak menyelami praktik budidaya dan penanganan hama penyakit tanaman jeruk yang telah dilakukan di lahan budidaya jeruk dan sayur organik milik PIAT UGM. Didampingi secara langsung oleh kepala PIAT UGM beserta Kepala Bidang Pertanian Cerdas PIAT UGM, peserta diajak mengenal sistem budidaya jeruk yang dikembangkan di PIAT UGM, sistem pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga berbagai teknologi penunjang proses budidaya.

Melalui sesi peninjauan praktik baik di lapangan, peserta simposium dapat kembali memahami esensi pengelolaan budidaya jeruk secara menyeluruh, dimana semua elemen dalam tahap budidaya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Pada momen ini pula, berbagai terobosan teknologi penunjang budidaya jeruk yang digunakan oleh PIAT berhasil didiseminasikan dengan baik ke berbagai pihak, seperti grower atau petani, praktisi, dosen, dan unsur kepemerintahan.

Kegiatan simposium dan kunjungan lapangan ini merupakan wujud nyata komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus pada inovasi teknologi pertanian dan penanganan hama berkontribusi langsung pada SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Pendekatan edukasi bagi petani dan praktisi ini selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, praktik budidaya organik dan mitigasi penyakit tanaman merepresentasikan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Seluruh upaya lintas negara ini bermuara pada penguatan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), membangun sinergi global demi menyelamatkan masa depan ekosistem dan industri agrikultur.

Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

Tags: Climate action (SDG 13) Good Health and Well-being (SDG 3) Industry Innovation and Infrastructure (SDG 9) Life on Land (SDG 15) Partnerships for the Goals (SDG 17) Quality Education (SDG 4) Responsible Consumption and Production (SDG 12) Zero Hunger (SDG 2)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Pusat Inovasi Agroteknologi
Universitas Gadjah Mada
Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta 55573, Indonesia
piat@ugm.ac.id
@piat.ugm
+62 (274) 497717
+62 (274) 497717
+62 (274) 6491406  (VOIP)

 

 

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY