Yogyakarta, 23 Mei 2025 — Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi destinasi pembelajaran bagi komunitas akademik dan riset. Sebanyak 33 peserta dari komunitas Risetnesia melaksanakan kunjungan edukatif pada Senin, 19 Mei 2025, dengan tujuan memperluas wawasan mengenai inovasi, teknologi, dan penerapan praktik berkelanjutan dalam bidang pertanian, peternakan, dan pengelolaan lingkungan.
Kunjungan dimulai dengan pengenalan fasilitas Bank Genetika Sayuran PIAT UGM, pusat konservasi sumber daya genetik hortikultura yang memainkan peran strategis dalam menjaga keberlanjutan dan kemandirian pangan nasional. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses pemuliaan, penyimpanan benih, serta upaya pelestarian plasma nutfah lokal sebagai fondasi ketahanan pangan jangka panjang.
Selanjutnya, rombongan diarahkan ke Unit Peternakan Sapi PIAT UGM untuk mempelajari sistem peternakan terpadu yang mengutamakan kesejahteraan hewan, kesehatan lingkungan, serta efisiensi pemanfaatan sumber daya. Peserta antusias menyimak bagaimana integrasi antara manajemen pakan, sanitasi kandang, dan pemanfaatan limbah ternak dapat menciptakan sistem produksi yang produktif sekaligus berkelanjutan.
Perjalanan edukatif dilanjutkan ke Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU), di mana peserta mempelajari metode pengolahan limbah organik dan anorganik menjadi produk bernilai tambah seperti kompos, eco-enzyme, dan pakan maggot. Fasilitas ini menjadi bukti nyata penerapan ekonomi sirkular yang mendukung efisiensi sumber daya serta pengurangan limbah secara signifikan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen PIAT UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
- SDGs 2 – Zero Hunger: melalui penguatan ketahanan pangan dan konservasi sumber daya genetik tanaman.
- SDGs 4 – Quality Education: melalui pendidikan berbasis praktik lapangan dan penguatan literasi riset.
- SDGs 12 – Responsible Consumption and Production: melalui edukasi pengelolaan limbah dan penerapan ekonomi sirkular.
- SDGs 15 – Life on Land: melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan ekosistem darat secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara komunitas riset dan institusi akademik seperti PIAT UGM menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong inovasi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif mengenai potensi kerja sama riset di masa depan, termasuk peluang pengembangan teknologi ramah lingkungan untuk memperkuat sistem pangan dan tata kelola lingkungan. Melalui kunjungan ini, diharapkan lahir gagasan baru serta kolaborasi strategis yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis: Hanif Mubarak | Editor: Rakanda Paritusta
Foto: Humas & Media PIAT UGM

