Yogyakarta, 17 Oktober 2025 — Pada hari Jumat, 3 Oktober 2025, dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, Tenaga Kebersihan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT UGM) menyelenggarakan Kunjungan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah. Proyek ini mencakup sejumlah seminar instruksional dan latihan praktik yang berfokus pada pembuatan kompos, pembuatan ekoenzim, dan pengelolaan sampah organik menggunakan pemanfaatan maggot (Black Soldier Fly).
Sesi edukasi mengenai penggunaan maggot sebagai solusi dekomposisi untuk limbah organik membuka rangkaian kegiatan. Edukasi ini mencakup siklus hidup mereka, metode pembiakan, serta potensi pengurangan volume limbah dan nilai ekonomisnya. Dilanjutkan dengan pelatihan cara membuat pupuk kompos, dengan fokus pada metode yang mudah dan aman untuk mengubah limbah pertanian dan sampah rumah tangga menjadi pupuk kaya nutrisi. Pada bagian terakhir, peserta belajar cara membuat eco-enzyme, cairan serbaguna yang dibuat dari fermentasi limbah buah dan sayuran yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman dan pembersih alami. Tujuan dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta yang dapat mereka gunakan di kampus maupun di komunitas lokal mereka.
Kegiatan ini secara langsung menyokong beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:
- SDG 12 — Responsible Consumption and Production: pengurangan limbah organik lewat pemanfaatan maggot dan pengomposan mendorong pola produksi-konsumsi yang lebih berkelanjutan.
- SDG 11 — Sustainable Cities and Communities: praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas membantu mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan tangguh.
- SDG 13 — Climate Action: pengolahan sampah organik yang tepat mengurangi emisi metana dari pembuangan organik, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
- SDG 15 — Life on Land: pengurangan penggunaan bahan kimia melalui kompos dan eco-enzyme mendukung kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati lokal.
Melalui integrasi praktik ini, tidak hanya mentransfer keterampilan teknis tetapi juga menanamkan pemahaman tentang hubungan antara pengelolaan sampah dan target-target pembangunan berkelanjutan. Kunjungan dan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menggerakkan gerakan kampus hijau dan meningkatkan peran aktif sivitas akademika dalam praktik pengelolaan sampah berkelanjutan. Kolaborasi antara Tenaga Kebersihan Fakultas Geografi dan PIAT UGM diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi unit kampus lain maupun komunitas di wilayah sekitar.

