Yogyakarta, 24 Oktober 2025 — Indonesia Green Principal Award (IGPA) merupakan salah satu program unggulan yang dimiliki oleh Universitas Gadjah Mada dalam mendampingi sekolah yang ada di Indonesia. Program ini diikuti oleh sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Diselenggarakan setiap tahun oleh Centre for World Trade Studies (CWTS) dan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, bekerja sama dengan JBI Education Consulting, saat ini IGPA sudah mencapai angkatan ke-7.
Program ini didesain sebagai bagian dari diseminasi Ekonomi Sirkular dalam dunia pendidikan sekaligus sebagai ajang kompetisi para kepala sekolah baik di tingkat SD, SMP maupun SMA.
Sebagai salah satu fasilitator utama, Pusat Inovasi Agroteknologi memegang peran yang cukup penting dalam melatih dan menumbuhkan berbagai ide yang mampu mendukunh penerapan ekonomi sirkular di sekolah asal peserta. Pada kesempatan kali ini, peserta Indonesia Green Principal Award Batch 7 diajak berkeliling ke salah satu fasilitas yang ada di PIAT, yaitu Rumah Inovasi Daur Ulang.
Peserta IGPA dikenalkan dengan berbagai unit pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh PIAT UGM di Rumah Inovasi Daur Ulang. Unit tersebut meliputi unit biokonversi black soldier fly atau yang dikenal dengan maggot, cacah pilah, serta pengomposan. Peserta IGPA juga diajak secara langsung untuk terjun dalam proses pengomposan serta membuat eco-enzym.
Kegiatan Indonesia Green Principal Award ini mendukung beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 4 – Quality Education, melalui penguatan kapasitas kepala sekolah untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pendidikan.
- SDG 12 – Responsible Consumption and Production, dengan penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
- SDG 13 – Climate Action, lewat upaya pengurangan emisi dari limbah organik dan penerapan praktik ramah lingkungan di sekolah.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals, karena kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga yang mendorong sinergi antara akademisi, praktisi, dan institusi pendidikan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan para kepala sekolah peserta program IGPA mampu melihat peluang pengelolaan sampah yang nantinya dapat mendukung berbagai inovasi dalam ranah ekonomi cirklar di sekolah asalnya masing-masing


