Yogyakarta, 6 November 2025 — Rasa kagum terpancar dari wajah para siswi Methodist Girls’ School Singapore yang kali ini berkunjung ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM. Hadir bersama siswi SMA Stella Duce Yogyakarta sebagai buddies, para peserta mengeksplorasi berbagai bidang pembelajaran yang ada di PIAT UGM.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah asal Singapura tersebut dalam mengenalkan dunia pertanian kepada para siswinya, sekaligus menumbuhkan pemahaman mengenai proses produksi dan konsumsi pangan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Pada sesi pertama, seluruh peserta diajak mengenal proses budidaya jeruk di Citrus Learning Center. Tidak hanya belajar mengenai teknik penanaman dan perawatan tanaman, para siswi juga berkesempatan untuk memetik langsung buah jeruk dari pohon. Rasa manis dan segar dari jeruk hasil kebun PIAT UGM menjadi pengalaman baru yang berkesan bagi mereka.
Perjalanan berlanjut ke Laboratorium Pascapanen Ayam dan Rumah Potong Ayam (RPA). Di sini, peserta mempelajari proses penyembelihan dan penyiapan daging konsumsi dengan standar higienitas yang baik. Diskusi berlangsung aktif antara siswi Methodist Girls’ School Singapore dan SMA Stella Duce Yogyakarta, terutama terkait pentingnya pemahaman rantai pasok pangan dan tanggung jawab dalam konsumsi hasil pertanian serta peternakan. Pada destinasi berikutnya, rombongan diajak menyelami proses pengelolaan sampah di Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU). Mereka mempelajari bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos, pakan maggot, dan eco-enzyme melalui proses biokonversi. Selain itu, juga dikenalkan teknologi pengelolaan limbah anorganik yang ramah lingkungan untuk mendukung konsep ekonomi sirkular.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Bank Sumber Daya Genetika. Peserta diperkenalkan pada pentingnya konservasi plasma nutfah dan pengelolaan koleksi benih di ruang penyimpanan bersuhu rendah (cold storage). Sebagai penutup kegiatan, peserta menyaksikan langsung proses pascapanen padi di Unit Produksi Benih dan Beras — mulai dari pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui pembelajaran lintas negara ini, peserta diajak memahami pentingnya ketahanan pangan (SDG 2: Zero Hunger), terutama melalui pengelolaan pertanian yang berkelanjutan dan efisien. Aktivitas edukatif di Rumah Inovasi Daur Ulang turut menanamkan nilai produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (SDG 12: Responsible Consumption and Production), sementara kegiatan lapangan yang interaktif memperkuat penerapan pendidikan berkualitas (SDG 4: Quality Education) dengan pendekatan kontekstual dan kolaboratif antarbudaya.
Melalui kegiatan ini, PIAT UGM tidak hanya berperan sebagai pusat riset dan inovasi agroteknologi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran global yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata di lapangan. Diharapkan, kunjungan ini dapat memperkuat hubungan antara UGM dan lembaga pendidikan internasional serta menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pangan, lingkungan, dan keberlanjutan masa depan.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Humas Media PIAT UGM

