Yogyakarta, 9 Mei 2026 — Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM kembali mengadakan program eduwisata Agroceria 7 yang kali ini mengusung tajuk “Petualangan Sahabat Jeruk!”. Pada kesempatan ini, Agroceria 7 diikuti oleh lebih dari 25 peserta yang diajak terjun langsung mengenal berbagai macam jenis jeruk yang dikoleksi dan dibudidayakan di PIAT UGM, berinteraksi dengan satwa dan serangga di Mini Zoo serta Omah Serangga, hingga berkreasi membuat kokedama dan tas tote bag eco-print.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Citrus Learning Center PIAT UGM. Para peserta terlihat sangat antusias saat diperkenalkan dengan berbagai jenis jeruk, seperti varietas montaji, nagami, hingga varietas varigata yang notabene cukup langka dan sulit ditemukan di pasaran umum. Tidak hanya melihat, peserta juga diberikan kesempatan istimewa untuk mencicipi langsung jeruk yang sudah matang dari pohonnya. Selain jeruk, peserta diajak mengeksplorasi hamparan kebun sayuran organik di lokasi yang sama. Kedua komoditas ini sengaja ditanam secara tumpangsari oleh PIAT UGM sebagai bentuk inovasi untuk memaksimalkan nilai ekonomi dan ekologi dari lahan yang digunakan.
Pada sesi selanjutnya, petualangan berlanjut dengan berinteraksi bersama berbagai unggas dan mamalia di area Mini Zoo. Ayam mutiara dan ayam American Silkie menjadi primadona utama di area unggas. Kedua jenis ayam ini dianggap unik dan jarang ditemui karena memiliki karakteristik motif serta bentuk bulu yang khas. Peserta juga mendapatkan pengalaman seru melalui sesi animal feeding di area konservasi rusa. Setelah itu, peserta diarahkan mengunjungi Omah Serangga. Berbagai koleksi serangga yang telah diawetkan (awetan taksidermi) sukses menarik perhatian, memicu rasa ingin tahu, dan memancing banyak diskusi interaktif antara peserta dan pemandu. Sebagai penutup rangkaian tour, kreativitas peserta diasah melalui sesi lokakarya (workshop). Seluruh peserta diajak untuk membuat kreasi kokedama (seni menanam gaya Jepang) serta menghias tas tote bag menggunakan teknik eco-print yang memanfaatkan dedaunan alami dari kebun PIAT UGM.
Pelaksanaan Agroceria 7 ini merupakan langkah nyata PIAT UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Edukasi alam yang dikemas menyenangkan bagi anak-anak ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui metode outdoor learning yang interaktif. Pengenalan budidaya organik sistem tumpangsari, serta pemanfaatan bahan alam untuk kreasi eco-print dan kokedama, berkontribusi pada SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan menanamkan gaya hidup ramah lingkungan. Selain itu, upaya konservasi fauna di Mini Zoo, edukasi ekosistem di Omah Serangga, dan pelestarian varietas tanaman lokal di Citrus Learning Center sangat selaras dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati yang diamanatkan dalam SDG 15: Ekosistem Daratan.
Melalui Agroceria 7 “Petualangan Sahabat Jeruk!”, PIAT UGM berharap kegiatan edukasi interaktif ini mampu menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian ekosistem dan dunia agrikultur. Ke depannya, program Agroceria akan terus berinovasi menghadirkan tema-tema eksplorasi alam yang tak kalah menarik, sebagai wujud komitmen berkelanjutan PIAT UGM dalam menyediakan ruang eduwisata yang edukatif, inspiratif, dan ramah bagi masyarakat luas.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

