Yogyakarta, 18 Juni 2026 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sains yang aplikatif, puluhan guru IPA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bantul menggelar kunjungan edukatif ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada pada Rabu (17/6). Agenda ini dirancang khusus untuk memperluas cakrawala para pendidik mengenai sistem pertanian berkelanjutan, sekaligus mencari referensi materi ajar yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas kehidupan siswa.
Kunjungan diawali di Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU). Di fasilitas ini, para guru diajak melihat langsung rantai pengelolaan sampah organik dan anorganik yang diubah menjadi produk bernilai guna. Berbagai pemanfaatan limbah dipaparkan secara mendalam, mulai dari pembuatan kompos, eco-enzyme, dan pakan ternak berbahan larva Black Soldier Fly (BSF). Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran riil mengenai penerapan konsep ekonomi sirkular serta pemanfaatan limbah yang dapat diintegrasikan secara menarik ke dalam kurikulum pembelajaran IPA di sekolah, seperti pada materi ekosistem dan lingkungan.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Kebun Jeruk PIAT UGM untuk mengenal proses budidaya tanaman hortikultura, mulai dari pemilihan bibit, teknik pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman. Di sini, rombongan mempelajari seluk-beluk budidaya tanaman hortikultura secara berkelanjutan. Para guru berdiskusi mengenai teknik pemilihan bibit unggul, manajemen pemupukan yang ramah lingkungan, hingga strategi pemeliharaan tanaman agar menghasilkan buah yang optimal. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke unit Peternakan PIAT UGM, tempat peserta mempelajari praktik pemeliharaan sapi, pengelolaan kesehatan ternak, serta penerapan sistem peternakan terpadu yang mengedepankan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Sistem ini menarik perhatian karena mengedepankan efisiensi penuh, di mana limbah peternakan dapat dialokasikan kembali untuk mendukung sektor pertanian, menciptakan siklus produksi yang minim emisi.
Kegiatan edukatif ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pengenalan berbagai praktik pertanian berkelanjutan, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan memperluas pembelajaran kontekstual bagi para pendidik. Berbagai inovasi di bidang pertanian dan peternakan yang diperkenalkan selama kunjungan juga sejalan dengan SDG 2 (Zero Hunger) dalam mendukung sistem pangan yang berkelanjutan. Sementara itu, pengelolaan limbah di RInDU serta penerapan praktik budidaya yang ramah lingkungan di Kebun Jeruk dan unit Peternakan turut mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 15 (Life on Land) melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, PIAT UGM berharap para guru memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara PIAT UGM dan MGMP IPA Kabupaten Bantul serta membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pendidikan berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan.
Penulis: Anissa Taqiyyah Hanani | Editor: Rakanda Paritusta | Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

