Yogyakarta, 17-19 Juni 2026 – Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menerima kunjungan Research Camp MTs Negeri 3 Bantul sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 150 peserta, yang terdiri atas siswa-siswi beserta guru pendamping dari MTs Negeri 3 Bantul. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memindahkan ruang kelas ke alam terbuka, memberikan pengalaman belajar langsung mengenai ketahanan pangan, inovasi pertanian, dan pelestarian lingkungan. Rangkaian edukasi ini menghadirkan pengalaman belajar secara langsung melalui lima unit bidang, yaitu Peternakan Domba, Kebun Jeruk dan Sayur Organik, Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU), Agroprocessing, serta Mini Zoo dan Pelestarian Satwa.
Kunjungan dimulai dengan sambutan dari tim PIAT UGM sekaligus pemaparan mengenai detail agenda yang akan dilaksanakan. Sesi pertama diawali dengan mengunjungi unit Peternakan Domba. Di lokasi ini, peserta diberikan edukasi mengenai manajemen kandang, pemberian pakan alternatif, praktik kesehatan ternak, serta potensi usaha skala kecil yang dapat meningkatkan ketersediaan protein hewani di tingkat komunitas. Pemaparan tersebut juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung berupa praktik perawatan hewan dan diskusi interaktif bersama pengelola lapangan.
Sesi berikutnya berlanjut ke unit Kebun Jeruk dan Sayur Organik untuk mengenalkan tahapan dan teknik budidaya sederhana, sistem pengendalian hama terpadu, serta pentingnya konsumsi pangan lokal bergizi. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU) yang mengenalkan teknik pengolahan limbah organik menjadi kompos dan eco-enzyme, serta pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi penanganan sampah organik yang bernilai ekonomis.
Selanjutnya, peserta diajak untuk melihat bagaimana hasil pertanian dan peternakan diolah menjadi produk bernilai tambah melalui Unit Agroprocessing. Unit ini memperkenalkan produk minuman buah olahan seperti Markisweet, serta aneka olahan daging dalam bentuk frozen food. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan mengunjungi Mini Zoo untuk mengenalkan berbagai jenis satwa, sebagai sarana edukasi keanekaragaman hayati dan konservasi lingkungan.
Agenda komprehensif yang diusung dalam Research Camp ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemahaman mendalam mengenai pertanian organik dan agroprocessing berkontribusi pada pencapaian SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Sementara itu, edukasi peternakan berkelanjutan mendukung visi SDG 2 (Zero Hunger). Di atas segalanya, program ini merupakan perwujudan nyata dari SDG 4 (Quality Education), di mana sekolah berkolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan aplikatif.
Melalui fasilitasi kegiatan luar ruang seperti ini, PIAT UGM terus meneguhkan komitmennya sebagai pusat rujukan edukasi agroteknologi. Harapannya, pengetahuan lapangan yang didapatkan para pelajar mampu mencetak generasi muda yang sadar lingkungan, peduli pada ketahanan pangan, dan siap menjadi agen pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Penulis: Yoga Abi Prasetyo | Editor: Rakanda Paritusta | Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

