Yogyakarta, 26 Juni 2026 – Mempersiapkan program kerja yang berdampak bagi masyarakat tidak hanya membutuhkan perencanaan, tetapi juga pemahaman terhadap praktik yang telah terbukti berhasil. Berangkat dari semangat tersebut, Training of Trainer (ToT) Tim KKN Laskar Selasik UGM melaksanakan pembelajaran lapangan di Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM untuk mendalami sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan peserta sebelum melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Belitung, dengan harapan pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam mendukung pengelolaan lingkungan di wilayah pengabdian.
Sebagai salah satu fasilitas unggulan PIAT UGM, Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) dikembangkan sebagai pusat edukasi dan implementasi pengelolaan sampah terpadu. Melalui berbagai inovasi pengolahan limbah organik maupun anorganik, RINDU menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, sekolah, komunitas, hingga berbagai instansi untuk memahami praktik pengelolaan sampah yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan sambutan singkat dari tim PIAT UGM yang dilanjutkan dengan pemaparan mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu di RINDU. Pada sesi pertama, peserta mengunjungi fasilitas insinerator untuk mempelajari proses pengolahan residu sampah melalui pembakaran terkendali. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada alur pengolahan sampah anorganik beserta pemanfaatan hasil pembakaran sebagai material yang masih memiliki nilai guna sehingga dapat mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Pembelajaran kemudian berlanjut di Rumah Maggot, salah satu unit di RINDU yang memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biologis dalam mengolah sampah organik. Peserta memperoleh penjelasan mengenai proses budidaya maggot, mekanisme penguraian limbah organik, hingga potensi pemanfaatan hasil budidaya sebagai pakan alternatif dan pupuk organik. Melalui sesi ini, peserta juga diperkenalkan pada penerapan konsep ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah.
Perwakilan Tim KKN Laskar Selasik menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bekal penting dalam mempersiapkan pelaksanaan program kerja di lokasi pengabdian. Menurutnya, pembelajaran yang diperoleh di RINDU tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga memberikan gambaran mengenai praktik yang dapat diterapkan di masyarakat.
“Kami melakukan kunjungan ke UGM untuk mempelajari pengelolaan sampah mulai dari organik hingga anorganik beserta bagaimana hasil akhirnya dapat dimanfaatkan kembali. Tentunya kami tidak hanya datang untuk memperoleh ilmu, tetapi juga akan mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam program KKN di Belitung,” ujar perwakilan Tim KKN Laskar Selasik.
Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan sampah secara terpadu, mulai dari pengolahan limbah organik maupun anorganik hingga pemanfaatan kembali hasil olahannya. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menyusun dan mengimplementasikan program kerja yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan selama pelaksanaan KKN di Belitung.
Pelaksanaan Training of Trainer Tim KKN Laskar Selasik mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan kapasitas pengelolaan lingkungan di masyarakat, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah, serta SDG 13 (Climate Action) melalui edukasi pengelolaan limbah yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, PIAT UGM terus berkomitmen menjadi ruang pembelajaran dan inovasi yang mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dalam bidang pertanian, lingkungan, dan teknologi berkelanjutan. Kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan maupun program pengabdian masyarakat diharapkan mampu memperluas implementasi praktik-praktik inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis: Pijar Lintang Yanfitrio | Editor & Foto : Tim Humas & Media PIAT UGM

