• Tentang UGM
  • Portal Akademika
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA
PUSAT INOVASI AGROTEKNOLOGI
  • TENTANG PIAT
    • Profil Pusat Inovasi Agroteknologi
    • Visi, Misi, dan Budaya Pusat Inovasi Agroteknologi
    • STRUKTUR
  • LAYANAN
    • MAGANG/PKL
    • PRAKTIKUM
    • PENELITIAN
    • KUNJUNGAN
    • PELATIHAN
  • FASILITAS
    • ASRAMA RUSUN
    • EDUGARDEN
    • EMBUNG
    • MEETING ROOM
    • CAFE PAWON SEMAR
  • BIDANG UNGGULAN
    • Seed & Rice Production
    • Waste Management
    • Sustainable Fisheries
    • Smart Livestock
    • Smart Farming
    • Genetic Bank
    • Plantation and Bio Pharmacy
    • Agroprocessing Unit
    • Agroedutainment
    • Nutrifresh
  • PRODUK UNGGULAN
    • Produk Inovasi PIAT UGM
    • Laman Belanja Nutrifresh
    • Produk Ternak Qurban 2026
  • Beranda
  • Artikel
  • Tingkatkan Ketahanan Pangan, UGM Hadirkan Padi Gamagora dan Living-Lab Pertanian di Madiun

Tingkatkan Ketahanan Pangan, UGM Hadirkan Padi Gamagora dan Living-Lab Pertanian di Madiun

  • Artikel, Rilis Berita
  • 13 Juli 2026, 14.30
  • Oleh: Admin
  • 0

Madiun, 10 Juli 2026 — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui sektor pertanian. Pada Jumat (10/7), UGM merayakan keberhasilan panen raya padi varietas Gamagora sekaligus meresmikan program Living-Lab Pertanian di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.
Langkah strategis ini menandai komitmen UGM untuk memperluas inovasi teknologi pertanian unggulannya. Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak kampus turut mendistribusikan sebanyak 300 kilogram benih padi Gamagora kepada tiga desa yang menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), yaitu Desa Gunungsari, Tanjungrejo, dan Tulungrejo. Program Living-Lab yang diinisiasi oleh Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM ini dirancang sebagai wadah interaktif. Tujuannya adalah menyatukan akademisi, masyarakat petani, aparatur desa, hingga mitra bisnis dalam rangka mempercepat hilirisasi riset pertanian ke dunia nyata.

Padi Gamagora sendiri merupakan varietas unggulan yang baru resmi dilepas pada tahun 2023. Kepala Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Alan Soffan, Ph.D., mengungkapkan bahwa benih ini telah ditanam dan beradaptasi dengan baik di berbagai penjuru nusantara, mulai dari Pulau Enggano di Bengkulu hingga ujung timur Merauke. Tingkat produktivitasnya pun terbilang fantastis. Secara rata-rata, varietas ini mampu menghasilkan 7,9 ton per hektare, dan bahkan bisa menembus potensi maksimal 9,8 ton per hektare. Tidak hanya produktivitas yang tinggi, padi Gamagora juga dibekali sederet keunggulan fisik dan biologis. Usia panennya relatif singkat (genjah), postur batangnya lebih pendek sehingga tidak mudah rebah tertiup angin, serta memiliki resiliensi yang tinggi terhadap serangan penyakit maupun kondisi cuaca, baik di sawah irigasi maupun tadah hujan.
“Kami tidak hanya membekali petani dengan benih, melainkan satu ekosistem utuh. Kami turut memperkenalkan teknologi budidaya dari UGM, seperti pemanfaatan mikroba hayati, manajemen pupuk, hingga tata kelola pengairan agar panen semakin melimpah,” jelas Alan.

Prospek pengembangan padi Gamagora di Madiun juga disambut antusias oleh sektor industri. PT Sang Hyang Seri bahkan telah menyatakan komitmennya untuk menjalin kemitraan dengan menyiapkan sekitar 50 hektare lahan mandiri. Kolaborasi ini ditujukan agar Madiun bisa menjadi lumbung bibit Gamagora masa depan. Perangkat Desa Gunungsari, Sumaryo, turut memberikan apresiasi atas inovasi ini. Ia menilai bahwa tantangan bertani saat ini semakin kompleks, terutama dengan serangan hama dan menurunnya kesuburan tanah. “Adanya varietas Gamagora ini memberi harapan baru bagi petani kami agar hasil panen kembali melimpah dan kesejahteraan desa meningkat,” tuturnya.

Langkah terintegrasi yang dijalankan UGM di Madiun ini secara langsung mendukung perwujudan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif ini selaras dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui optimalisasi hasil panen guna mendongkrak ekonomi lokal serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat desa. Selain itu, pendekatan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem mendukung pencapaian SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Terakhir, keberhasilan program riset terapan ini tidak lepas dari implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang tercermin melalui sinergi multi-pihak antara institusi pendidikan tinggi, komunitas petani lokal, pemerintah daerah, dan badan usaha komersial.

Melalui peresmian Living-Lab dan distribusi varietas padi Gamagora ini, UGM tidak sekadar mentransfer teknologi dari laboratorium ke atas tanah sawah. Kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk memulihkan gairah sektor agraris di tingkat pedesaan serta menjawab tantangan regenerasi petani yang kian kritis. Dengan kolaborasi yang solid dan pemanfaatan sains yang tepat guna, integrasi program ini diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional bagi kawasan lain dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Tim Humas & Media PIAT UGM

Tags: Climate action (SDG 13) Life on Land (SDG 15) No Poverty (SDG 1) Partnerships for the Goals (SDG 17) Zero Hunger (SDG 2)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Pusat Inovasi Agroteknologi
Universitas Gadjah Mada
Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta 55573, Indonesia
piat@ugm.ac.id
@piat.ugm
+62 (274) 497717
+62 (274) 497717
+62 (274) 6491406  (VOIP)

 

 

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY