Yogyakarta, 11 Juli 2026 – Mengenal alam tidak selalu harus dilakukan melalui buku maupun ruang kelas. Melalui Agroceria #8 bertajuk “Jejak Alam dalam Relief”, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM mengajak masyarakat dari berbagai rentang usia untuk mengeksplorasi alam secara langsung melalui perpaduan antara edukasi, kreativitas, dan seni. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif bagi peserta, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dalam memahami kekayaan alam melalui pendekatan yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang dilanjutkan dengan pembagian caping dan kartu identitas sebagai perlengkapan selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta kemudian berkumpul di Pendopo Relief Alam untuk mengikuti sesi pembukaan dan pengarahan yang dipandu oleh tim Agroedutainment PIAT UGM bersama Risao Pambudi, selaku Visual Artist dan Art Educator. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep relief alam, teknik pembuatan karya menggunakan media gipsum, serta rangkaian aktivitas yang akan diikuti sepanjang kegiatan.
Setelah sesi pengarahan, peserta diajak meramban ke Arboretum/Kawasan Konservasi PIAT UGM untuk mengamati sekaligus mengumpulkan berbagai material alami, seperti daun, ranting, dan bagian tumbuhan lainnya yang akan digunakan sebagai objek cetak relief. Aktivitas ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi, tetapi juga melatih kepekaan dalam mengenali bentuk, tekstur, dan karakter setiap unsur alam sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Setiap material yang dipilih menjadi representasi kecil dari kekayaan alam yang kemudian diabadikan melalui karya relief.
Berbekal material yang telah dikumpulkan, peserta kembali ke Pendopo Relief Alam untuk mempraktikkan proses pembuatan relief berbahan gipsum. Dengan pendampingan fasilitator, peserta menyusun komposisi objek alam, menuangkan adonan gipsum ke dalam cetakan, hingga menghasilkan karya relief yang mengabadikan jejak alam dalam bentuk artistik. Antusiasme peserta terlihat sepanjang proses berlangsung. Bagi sebagian besar peserta, pengalaman memanfaatkan elemen alam sebagai media berkarya merupakan pengalaman baru yang memberikan cara pandang berbeda dalam menikmati sekaligus menghargai lingkungan sekitar.
Sambil menunggu hasil cetakan mengering, peserta menikmati waktu istirahat dengan kudapan dan Markisweet, minuman sari markisa produksi Nutrifresh PIAT UGM. Setelah itu, peserta kembali ke Pendopo Relief Alam untuk menyelesaikan proses finishing sebelum membawa pulang karya relief yang telah dibuat sebagai hasil dari pengalaman belajar mereka selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan Agroceria #8: Jejak Alam dalam Relief mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan eksplorasi alam, seni, dan kreativitas, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan material alam secara bijaksana dalam kegiatan kreatif, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pengenalan keanekaragaman hayati dan peningkatan kepedulian terhadap pelestarian ekosistem daratan.
Melalui Agroceria, PIAT UGM terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, kreatif, dan dekat dengan alam bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Dengan mengintegrasikan edukasi, seni, dan eksplorasi lingkungan, Agroceria diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan.
Penulis: Pijar Lintang Yanfitrio | Editor & Foto : Tim Humas & Media PIAT UGM


