Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Semarak menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa hangat di lingkungan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM. Semangat nasionalisme dan kebersamaan terekam jelas pada raut wajah seluruh staf yang hadir pada Kamis (13/8). Dengan penuh antusiasme dan tawa canda, PIAT UGM sukses menggelar perayaan kemerdekaan melalui sebuah agenda istimewa yang dikemas apik bertajuk “PIATulasan”.
Dihadiri oleh lebih dari 130 peserta, kemeriahan diawali dengan partai final pertandingan mini soccer yang mempertemukan Tim Gambas dan Tim Terong. Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling serang antar kedua tim di lapangan. Sesi olahraga ini pada akhirnya ditutup dengan kemenangan gemilang bagi Tim Terong yang berhasil mencetak skor 3-1. Kemeriahan adu ketangkasan kemudian dilanjutkan dengan laga final pertandingan tenis meja yang tak kalah seru.
Setelah sesi olahraga, agenda dilanjutkan dengan berbagai perlombaan khas 17-an yang dirancang untuk membakar semangat sportivitas, melatih ketangkasan, dan menguji kerja sama tim. Menariknya, empat perlombaan—yakni lomba sambung kardus, pindah air, fill the bottle, dan makan es krim—dikemas secara unik ke dalam satu rangkaian lomba estafet besar. Riuh sorak-sorai penonton langsung pecah begitu peluit tanda dimulainya estafet ditiup. Berpacu dengan waktu, setiap kelompok mengerahkan strategi dan kecepatan terbaiknya untuk keluar sebagai juara.
Tentu saja, perayaan kemerdekaan belum lengkap tanpa lomba makan kerupuk, sebuah kompetisi ikonik yang selalu dinanti setiap bulan Agustus. Meski hanya diwakili oleh beberapa orang dari tiap kelompok, antusiasme penonton tidak surut. Seluruh staf yang hadir tak henti-hentinya bersorak memberikan dukungan penuh agar perwakilan tim mereka berhasil menghabiskan kerupuk yang tergantung. Keseruan memuncak saat acara beranjak ke lomba tarik tambang, sebuah adu kekuatan dan kekompakan yang diikuti oleh perwakilan regu putra maupun putri.
Sebagai puncak kemeriahan hiburan, diselenggarakan pula lomba menangkap mentok yang terbuka bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi. Lomba ini menjadi salah satu daya tarik utama karena peserta diwajibkan menutup mata saat mengejar tiga ekor mentok yang dilepaskan di area perlombaan. Gelak tawa pun tak terbendung mewarnai jalannya acara, melihat tingkah kocak dan kebingungan para peserta yang saling berebut serta meraba-raba untuk menangkap sasarannya.
Di balik keseruan dan gelak tawa, pelaksanaan agenda “PIATulasan” ini juga selaras dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs). Ragam kompetisi olahraga dan permainan ketangkasan fisik yang dilakukan turut mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) dengan memfasilitasi aktivitas yang menjaga kesehatan fisik sekaligus menjadi sarana penyegaran mental para staf. Selain itu, upaya menciptakan lingkungan kerja yang guyub, kolaboratif, dan solid ini merupakan wujud implementasi SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dalam membangun iklim kelembagaan yang positif, aman, dan produktif.
Seluruh rangkaian agenda “PIATulasan” ditutup dengan momen pengumuman pemenang lomba serta sesi makan siang bersama yang penuh kehangatan. Melalui kegiatan yang sarat akan kegembiraan ini, PIAT UGM berharap semangat kemerdekaan dapat terus memperkuat rasa kebersamaan, kekompakan tim, sportivitas, dan kesetiakawanan di antara seluruh staf.
Penulis: Rakanda Paritusta | Editor & Foto: Humas & Media Kreatif PIAT UGM


