Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM menerima kunjungan siswa SLB Bhakti Kencana pada 17 Juli 2026 sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa SLB Bhakti Kencana. Melalui kunjungan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pertanian secara lebih dekat melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan dapat diikuti sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Rangkaian kegiatan diisi dengan kunjungan sekaligus praktik langsung, yaitu pembuatan getuk dan penanaman bibit sayuran. Dengan didampingi staf PIAT UGM dan tour leader, para siswa diajak mengikuti setiap tahapan kegiatan secara langsung, mulai dari proses pembuatan hingga menikmati hasil olahan getuk yang telah dibuat bersama. Pengalaman belajar melalui praktik ini menjadi sarana untuk melatih keterampilan, kreativitas, kemandirian, serta membangun rasa percaya diri siswa. Pendekatan pembelajaran yang inklusif tersebut sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong kesempatan belajar yang setara dan lingkungan pendidikan yang dapat diakses oleh semua.
Tidak berhenti pada kegiatan praktik, para siswa juga diajak mengeksplorasi berbagai fasilitas edukasi di PIAT UGM, termasuk Omah Serangga dan Mini Zoo. Interaksi dengan lingkungan, tanaman, dan berbagai jenis hewan memberikan pengalaman baru yang memperkaya wawasan siswa mengenai keanekaragaman hayati dan lingkungan. Kepala Sekolah SLB Bhakti Kencana, Sardiyana, mengungkapkan rasa senangnya karena para siswa dapat belajar melalui praktik secara langsung sekaligus menikmati hasil olahan yang mereka buat. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PIAT UGM atas kerja sama yang telah terjalin dalam mendukung pengembangan anak-anak difabel. Kegiatan ini turut mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dengan membuka ruang partisipasi dan pengalaman belajar yang setara bagi siswa dengan berbagai latar belakang dan kemampuan.
Guru SLB Bhakti Kencana, Ristanti, turut menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara PIAT UGM dan SLB Bhakti Kencana dapat terus berlanjut melalui berbagai program di masa mendatang. Bagi PIAT UGM, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa ruang edukasi dan inovasi pertanian harus dapat menjadi wadah bagi semua kalangan. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bereksplorasi, berkarya, dan merasakan pengalaman baru. Semangat tersebut sekaligus memperkuat kontribusi PIAT UGM terhadap SDG 4, SDG 10, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pendidikan inklusif, pengurangan kesenjangan, serta kolaborasi antarlembaga untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Penulis: Willy Maulana A
Editor & Foto: Media & Humas PIAT UGM

